Sahabat Belajar Free Download

"Sahabat Belajar bisa mendownload/mengunduh materi belajar, e-book, artikel, CD interaktif, dll yang sudah kami pelajari".

Sahabat Belajar Learning Courses

Visi Sahabat Belajar adalah " Ihlas untuk cinta anak bangsa, giat belajar dan berkarya".

Kami Selalu Berbagi dan Bersama

Kelebihan dariku adalah bagian dari kehebatan sahabatku yang memiliki kecintaan, kebersamaan, kesetiaan dan kesabaran.

Sahabat Belajar Lovers

Cinta "ilmu" cinta bangsa, Kaya "pengetahuan" kaya bangsa, Kuat "persahabatan" kuat bangsa, Lovers be The best Us.

Monday, 27 March 2017

Kelimpahan Unsur Golongan Karbon

Kelimpahan Unsur Golongan Karbon



Halaman ini menjelaskan tentang kelimpahan semua unsur golongan karbon. Berikut adalah kelimpahan karbon, silikon,
germanium, timah, timbal, dan flerovium.


Kelimpahan Karbon

Karbon terakumulasi sebagai hasil dari penggabungan stelar di kebanyakan bintang. Karbon dijumpai di kerak bumi dengan konsentrasi 480 ppm (part per million). Karbon juga ditemukan pada air laut dengan konsentrasi 28 ppm. Karbon terdapat di atmosfer dalam bentuk karbon monoksida, karbon dioksida dan metana. Karbon merupakan konstituen kunci dari mineral karbonat dan hidrogen karbonat yang mana ditemukan di air laut. Info mengejutkan bahwa 22,8% tubuh manusia terdiri dari karbon.

Campuran dolomit, kalsit, dan kalkopirit. Ketiganya adalah mineral karbonat.


Kelimpahan Silikon

Silikon dapat ditemukan di kerak bumi dengan konsentrasi 28%. Hal itu membuat silikon menempati peringkat kedua unsur yang paling melimpah di bumi. Konsentrasi silikon pada air laut bervariasi antara 30 ppb (part per billion) di permukaan air laut hingga 2000 ppb (di kedalaman). Debu silikon sering terjadi di atomsfer bumi. Mineral silikat merupakan mineral yang paling banyak ditemukan di alam. Di tubuh manusia, silikon ada sekitar 14,3%.



Kelimpahan Germanium

Germanium menyusun sekitar 2 ppm kerak bumi. Germanium merupakan unsur paling melimpah nomor 52. Germanium ditemukan di tanah dengan rata-rata konsentrasi 1 ppm. Di air laut, germanium ada sekitar 0,5 ppt (part per trillion). Germanium dijumpai di tubuh manusia dengan konsentrasi 71,4 ppb.



Kelimpahan Timah

Timah ada di kerak bumi dengan kelimpahan sekitar 2 ppm. Timah merupakan unsur paling melimpah nomor 49. Rata-rata timah ditemukan di tanah dengan konsentrasi 1 ppm. Timah(IV) oksida dijumpai di tanah dengan konsentrasi 0,1 hingga 300 ppm.


Kelimpahan Timbal

Keberadaan timbal di bumi adalah sekitar 14 ppm. Timbal merupakan unsur paling melimpah ke-36. Di tanah, rata-rata
timbal ada sekitar 23 ppm. Tetapi jumlah tersebut dapat meningkat hingga 20000 ppm (2%) di dekat pertambangan timbal. Timbal dijumpai di air laut dengan konsentrasi sekitar 2 ppt. Timbal menyusun 0,17% tubuh manusia. 


Kelimpahan Flerovium

Flerovium hanya terdapat pada akselerator partikel.





Referensi
https://www.ilmukimia.org/2015/01/kelimpahan-unsur-golongan-karbon.html





KESEMPATAN KARIR JADI PENGAJAR/TUTOR "Sahabat Belajar"

Isikan Bodata Diri Dengan Lengkap dan Jelas, Selanjutnya kami akan memberi kesempatan KARIR untuk mengajar kepada anda setiap kesempatan yang ada via data nomer telephone, pin , email kepada anda selalu.

Sementar butuh Area Kota jawa Timur Khususnya Surabaya ,Malang,Sidoarjo.
Klik Gambar dibawah ini


Manfaat Karbon

Manfaat Karbon



Berikut ini dijelaskan beberapa manfaat yang dapat diambil dari unsur golongan karbon. Penggunaan golongan karbon initelah diketahui banyak orang. 

Di bawah ini adalah kegunaan dan manfaat karbon (C), silikon (Si), germanium (Ge), timah (Sn), dan timbal (Pb).


Manfaat Karbon

Karbon yang banyak dipakai adalah dalam bentuk amorf. Dalam bentuk amorf, karbon digunakan untuk pembuatan baja, sebagai pengisi ban, respirator, dan sebagai karbon (arang) aktif. Karbon juga digunakan dalam bentuk grafit, salah satunya adalah pada industri pensil. Intan berlian merupakan bentuk lain dari karbon yang digunakan untuk perhiasan. Serat karbon juga digunakan di banyak bidang, seperti bahan satelit karena serat bersifat sangat kuat dan elastis.

Arang dan berlian sama-sama terbuat dari unsur karbon (C).



Manfaat Silikon

Silikon mempunyai pemakaian yang luas. Beberapa di antaranya adalah pasta gigi sampai pengisi konstruksi. Silika merupakan bahan utama dalam pembuatan gelas. 50% silikon murni digunakan untuk pembuatan alloy (campuran logam).Silikon juga digunakan dalam semikonduktor sejak tahun 1950an.


Manfaat Germanium

Germanium digunakan sebagai bahan semikonduktor hingga tahun 1950an, dimana saat itu mulai digantikan oleh silikon.
Detektor radiasi juga terbuat dari germanium. Germanium opksida digunakan sebagai serat optik dan lensa kamera sudut lebar (wide-angle camera). Germanium yang dipadukan dengan perak dapat dibuat perak anti-noda. Alloy tersebut dinamakan argentium.


Manfaat Timah

Timah paling banyak digunakan untuk membuat solder, yaitu sekitar 50%. Plat timah mengambil alokasi timah sekitar 20%. Sedangkan 20% lainnya digunakan untuk kebutuhan industri kimia. Timah juga merupakan bahan untuk membuat beberapa alloy,  termasuk pewter. Timah(IV) oksida merupakan senyawa timah yang digunakan sebagai pigmen biru cerulean.


Manfaat Timbal

80% timbal yang diproduksi digunakan sebagai bahan pembuat baterai. Pemakaian timbal yang lainnya adalah sebagai pemberat, pigmen, dan penangkal material radioaktif. Timbal dahulu pernah digunakan sebagai bahan campuran bensin dalam bentuk tetraethyl lead (TEL), tetapi pemakaiannya dihentikan karena tingkat toksisitas yang tinggi.


Demikianlah penjelasan terkait manfaat karbon dalam kehidupan.




Referensi
https://www.ilmukimia.org/2015/01/manfaat-unsur-golongan-karbon.html





KESEMPATAN KARIR JADI PENGAJAR/TUTOR "Sahabat Belajar"

Isikan Bodata Diri Dengan Lengkap dan Jelas, Selanjutnya kami akan memberi kesempatan KARIR untuk mengajar kepada anda setiap kesempatan yang ada via data nomer telephone, pin , email kepada anda selalu.

Sementar butuh Area Kota jawa Timur Khususnya Surabaya ,Malang,Sidoarjo.
Klik Gambar dibawah ini



Ikatan Kimia

Ikatan Kimia




Ikatan kimia menjadi salah satu fundamental dalam pembelajaran struktur. Struktur merupakan kunci dalam ilmu kimia. Sifat-sifat zat tergantung pada atom yang menyusunnya dan bagaimana cara atom-atom tersebut saling terhubung. Setiap unsur ditandai dengan nomor atom yang unik yang biasanya dilambangkan dengan huruf Z. Nomor atom adalah jumlah proton dalam inti. Sebuah atom netral memiliki jumlah proton yang bermuatan positif sama dengan elektron yang bermuatan negatif.


Dari waktu penemuan pada tahun 1897 sampai tahun 1924, elektron diyakini sebagai sebuah partikel. Fisikawan Perancis
Louis de Broglie mengemukakan bahwa elektron juga memiliki sifat seperti gelombang. Dua tahun kemudian Erwin
Schrödinger menghitung energi elektron dalam atom hidrogen dengan menggunakan persamaan yang memperankan elektron sebagai sebuah gelombang. Schrödinger selanjutnya mendapatkan deret tingkat energi, yang masing-masing berhubungan dengan deskripsi matematika tentang gelombang elektron. Deskripsi matematika inilah yang disebut sebagai fungsi gelombang dan dilambangkan dengan huruf Yunani ψ (psi).


Pengertian Ikatan Kimia

Ikatan kimia adalah interaksi yang menjelaskan hubungan antar atom sehingga menjadi molekul, ion, kristal, dan spesies yang stabil lainnya. Ketika atom mendekati satu sama lain, inti dan elektron akan saling berinteraksi dan cenderung berdistribusi dalam ruang sedemikian rupa.

Atom-atom berikatan satu sama lain dan membentuk oktahedral.


Sifat ikatan kimia datang ke hasil penemuan pada awal abad ke-20, yaitu setelah elektron ditemukan dan mekanika kuantum telah mendeskripsikan perilaku elektron dalam atom. Sebuah konsep kunci dalam diskusi tentang ikatan kimia adalah molekul. 

Molekul adalah unit terkecil dari senyawa yang ada. Salah satu sifat molekul yang dapat diprediksi adalah bentuknya.


Pembahasan Ikatan Kimia

Berikut adalah beberapa ulasan tentang ikatan kimia:

1. Ikatan kovalen
2. Ikatan kovalen koordinasi
3. Ikatan ion
4. Ikatan hidrogen
5. Ikatan logam
6. Struktur Lewis
7. Muatan formal
8. Gaya dipol-dipol
9. Gaya dispersi London
10. Gaya van der Waals



Referensi
https://www.ilmukimia.org/2015/02/ikatan-kimia.html





KESEMPATAN KARIR JADI PENGAJAR/TUTOR "Sahabat Belajar"

Isikan Bodata Diri Dengan Lengkap dan Jelas, Selanjutnya kami akan memberi kesempatan KARIR untuk mengajar kepada anda setiap kesempatan yang ada via data nomer telephone, pin , email kepada anda selalu.

Sementar butuh Area Kota jawa Timur Khususnya Surabaya ,Malang,Sidoarjo.
Klik Gambar dibawah ini


Energi Ikatan

Energi Ikatan




Pengertian

Energi ikatan adalah jumlah energi yang diperlukan untuk memutus molekul sebanyak satu mol menjadi atom­atom individual. Satuan energi ikatan yang distandarkan adalah kilo Joule per mol (kJ/mol).


Penjelasan

Ketika terjadi reaksi kimia, ikatan molekul terputus dan selanjutnya akan membentuk molekul lain. Sebagai contoh adalah ikatan dua molekul air terputus membentuk hidrogen dan oksigen

Suatu ikatan kimia tidaklah terputus dan terbentuk secara spontan, melainkan membutuhkan energi. Energi yang dibutuhkan untuk memecah ikatan dikenal sebagai energi ikatan. Energi ikatan sangat penting untuk menjelaskan struktur dan karakteristik molekul. Energi ikatan juga dapat digunakan untuk memprediksi struktur dot Lewis.




Ketika suatu ikatan bersifat kuat maka pada ikatan tersebut mengandung energi yang besar. Dengan kata lain, dibutuhkan banyak energi untuk memutus ikatan yang kuat. Ilmuwan menemukan bahwa ada hubungan antara panjang ikatan dengan energi ikatan. Semakin pendek ikatan, maka energinya semakin besar.


Energi Ikatan Rata­Rata

Walaupun masing­masing molekul mempunyai energi yang khas, ada kemungkinan untuk dilakukan generalisasi. Contohnya adalah walaupun nilai pasti energi C-H tergantung pada molekul tertentu, secara kasar ikatan C-­H dapat disimpulkan mempunyai nilai yang sama untuk semua molekul. Energi rata­rata yang dibutuhkan adalah 413 kJ/mol untuk memutus satu mol ikatan C­H. Energi ikatan C­C kira­kira adalah 347 kJ/mol. 

Berikut adalah tabel energi ikatan rata­rata yang sudah diketahui nilainya:




Energi ikatan rata­rata adalah rata­rata energi disosiasi ikatan. Sebagai contoh, energi O-­H pada H2O adalah 464 kJ/mol. Angka tersebut berasal dari fakta bahwa dibutuhkan energi sebesar 498,7 kJ mol untuk disosiasi ikatan H­OH, sedangkan disosiasi ikatan O­H membutuhkan 428 kJ/mol.

(498,7 kJ/mol + 428 kJ/mol) / 2 = 464 kJ/mol




Referensi
https://www.ilmukimia.org/2015/10/energi-ikatan.html




KESEMPATAN KARIR JADI PENGAJAR/TUTOR "Sahabat Belajar"

Isikan Bodata Diri Dengan Lengkap dan Jelas, Selanjutnya kami akan memberi kesempatan KARIR untuk mengajar kepada anda setiap kesempatan yang ada via data nomer telephone, pin , email kepada anda selalu.

Sementar butuh Area Kota jawa Timur Khususnya Surabaya ,Malang,Sidoarjo.
Klik Gambar dibawah ini


Saturday, 25 March 2017

Sifat Logam, Nonlogam dan Metaloid

Sifat Logam, Nonlogam dan Metaloid



Unsur kimia secara luas dapat dibagi menjadi logam, nonlogam dan metaloid berdasarkan sifat fisika dan kimia.



Semua logam mempunyai kenampakan mengkilap (setidaknya setelah digosok), bersifat konduktor yang bagus untuk panas dan listrik, membentuk alloy (paduan logam) dengan logam lain, dan mempunyai setidaknya satu oksida basa. Nonlogam mempunyai kenampakan buram, baik berwarna maupun tidak, rapuh jika berupa padatan, dan konduktor yang buruk untuk panas dan listrik, serta mempunyai oksida asam. Sedangkan metaloid tampak seperti logam, rapuh, bersifat semikonduktor, dan mempunyai oksida amfoter atau asam lemah. Berikut merupakan perbedaan logam, nonlogam dan metaloid



Logam
Logam cenderung melepas atau membagi elektron ketika bereaksi dengan unsur lain dan masing­masing membentuk setidaknya satu basa oksida. Sebagian besar logam tampak berwarna silver (perak), mempunyai massa jenis tinggi, relatif lembut dan bentuknya mudah dirusak. Beberapa logam tampak berwarna yaitu Cu, Cs,dan Au.

Logam merupakan jenis unsur mayoritas dan dapat dibagi menjadi beberapa kategori yang berbeda. Dari kiri ke kanan tabel periodik, logam dibagi menjadi logam alkali, logam alkali tanah, lantanida dan aktinida serta logam transisi.


Nonlogam
Nonlogam mempunyai struktur terbuka (kecuali dari gas atau cairan yang dipadatkan), cenderung menarik atau berbagi elektron ketika bereaksi dengan unsur lain,dan tidak membentuk basa oksida. Sebagian besar berupa gas pada suhu ruang, mempunyai massa jenis relatif rendah, penghantar listrik dan panas yang buruk, dan mempunyai energi ionisasi relatif tinggi, membentuk oksida asam, serta ditemukan secara alami dalam bentuk tunggal dalam jumlah besar.

Beberapa nonlogam seperti C, P, S, dan Se merupakan padatan rapuh pada suhu ruang. Dari kiri ke kanan tabel periodik, nonlogam dapat dibagi menjadi nonlogam poliatomik, nonlogam diatomik, dan gas mulia monoatomik.


Metaloid
Metaloid merupakan padatan rapuh yang menyerupai logam. Metaloid cenderung membagi elektron ketika bereaksi dengan unsur lain, dan biasanya ditemukan secara alami dalam bentuk gabungan. Sebagian besar metaloid adalah semikonduktor, serta mempunyai struktur yang lebih terbuka dibandingkan dengan sebagian besar logam. Beberapa metaloid (As dan Sb) menghantarkan listrik seperti logam. Metaloid merupakan kategori yang terkecil, dan tidak dikategorikan lagi.

Demikianlah perbedaan yang mendasar antara logam, nonlogam dan metaloid


Referensi
https://www.ilmukimia.org/2016/01/sifat-logam-nonlogam-dan-metaloid.html





KESEMPATAN KARIR JADI PENGAJAR/TUTOR "Sahabat Belajar"

Isikan Bodata Diri Dengan Lengkap dan Jelas, Selanjutnya kami akan memberi kesempatan KARIR untuk mengajar kepada anda setiap kesempatan yang ada via data nomer telephone, pin , email kepada anda selalu.

Sementar butuh Area Kota jawa Timur Khususnya Surabaya ,Malang,Sidoarjo.
Klik Gambar dibawah ini


Sistem Periodik Unsur

Sistem Periodik Unsur



Pengertian Sistem Periodik Unsur 
Sistem periodik unsur adalah susunan unsur-unsur kimia berdasarkan urutan nomor atom. Penemuan sistem periodik unsur diawali dari kimiawan Rusia bernama Dmitri Mendeleev pada pertengahan abad ke-19. Sampai dekade kedua abad ke-20, belum diketahui bahwa urutan unsur di sistem periodik adalah berdasarkan nomor atom yang setara dengan muatan listrik positif inti atom. 

Klasifikasi Unsur 
Pada tahun 1984, J.A.R. Newlands mengusulkan untuk mengklasifikasikan unsur berdasarkan urutan kenaikan berat atom. Unsur-unsur dapat dikenali dari nomor urut dan dibagi menjadi tujuh golongan yang mempunyai sifat yang berhubungan dengan tujuh unsur yang dikenal saat itu yaitu hidrogen, litium, berilium, boron, karbon, nitrogen dan oksigen. Hubungan ini diistilahkan dengan hukum oktaf, dengan analogi tujuh interval dari skala musik. 

Pada tahun 1869, sebagai hasil dari perluasan hubungan sifat dan berat atom unsur, perhatian lebih ditekankan pada valensi (jumlah ikatan tunggal yang dapat terbentuk). Mendeleev mengusulkan hukum periodik yang mana unsur-unsur diurutkan berdasarkan kenaikan berat atom, dan kenaikan tersebut menunjukkan perubahan periodik dari sifat-sifat unsur. Lothar Meyer secara independen juga mendapatkan kesimpulan yang mirip, dan mempublikasikan idenya setelah munculnya usulan Mendeleev.

 

Golongan 
Golongan adalah kolom vertikal di tabel periodik unsur. Golongan dianggap sebagai metode yang paling penting dalam mengklasifikasikan unsur-unsur yang berbeda. Golongan adalah unsur-unsur yang memiliki susunan elektron terluar yang sama. Elektron terluar juga disebut elektron valensi. Karena memiliki jumlah elektron valensi yang sama, unsur-unsur dalam golongan yang sama mempunyai sifat kimia yang sama.



Golongan pertama (golongan 1 atau golongan IA) disebut sebagai logam alkali, dengan anggota hidrogen, litium, natrium, kalium, rubidium, cesium dan fransium. Golongan kedua (golongan 2 atau golongan IIA) disebut dengan logam alkali tanah, termasuk didalamnya adalah berilium, magnesium, kalsium, stronsium, barium, dan radium.

Golongan boron termasuk unsur-unsur di golongan 13 (dulu disebut sebagai III A). Golongan karbon (golongan 14 atau IV A) terdiri dari karbon, silikon , germanium, timah, timbal dan ferovium. Golongan nitrogen (15 atau V A) beranggotakan nitrogen, fosfor, arsen, antimon, bismut, dan moskovium. Golongan oksigen atau 16 VI A beranggotakan oksigen, sulfur, selenium, telurium, polonium dan livermorium. Golongan halogen (golongan 17 atau VII A) meliputi fuor, klor, brom, yodium, astatin dan tennessin. Meskipun hidrogen termasuk dalam golongan 1 (IA), sifatnya kimianya sangat tidak mirip dengan logam alkali maupun halogen. Hidrogen mempunyai bilangan oksidasi +1 dalam senyawa hidrogen fuorida, (HF) dan -1 dalam senyawa litium hidrida (LiH). Mungkin karena hal itulah hidrogen dianggap mirip dengan golongan 1 (IA) dan golongan 7 (VIIA). 

Periode 
Periode adalah baris horizontal unsur-unsur yang ada di tabel periodik unsur. Ada 7 periode pada tabel periodik. Periode mewakili tingkat energi atom. Jumlah atom dalam periode meningkat saat unsur diurutkan ke bawah karena ada lebih banyak sub tingkat seiring dengan meningkatnya atom. Menurut tabel di bawah ini, tidak semua periode memiliki jumlah unsur yang sama






Tabel periodik unsur terdiri dari unsur-unsur kimia yang telah ditemukan atau dibuat. Unsur-unsur tersebut disusun sesuai urutan nomor atom dalam tujuh periode horizontal. Periode mempunyai panjang yang bervariasi. Periode pertama terdiri dari hidrogen dan helium. Lalu ada periode dua dengan delapan unsur yaitu dari litium (nomor atom 3) hingga neon (nomor atom 10). 

Periode tiga terdiri dari natrium (nomor atom 11) sampai argon (nomor atom 18). Periode empat dimulai dari kalium (nomor atom 19) hingga kripton (nomor atom 36). Periode lima dari rubidium (nomor atom 37) hingga xenon (nomor atom 54). Periode enam dari cesium (nomor atom 55) hingga radon (nomor atom 86). Di dalam periode enam terdapat unsur-unsur lantanoid. Periode tujuh dari fransium (nomor atom 87) hingga oganesson (nomor atom 118). Sedangkan di periode tujuh terdapat juga unsur-unsur aktinoid. 

Beberapa unsur yang terletak pada periode empat, lima dan enam ada yang disebut sebagai logam transisi. Dimulai dari skandium (nomor atom 21) sampai zink (nomor atom 30), dari itrium (nomor atom 39) sampai kadmium (nomor atom 48) dan dari hafnium (nomor atom 72) hingga merkuri (nomor atom 80). Secara definisi, logam transisi termasuk dalam golongan 3 hingga 12 (IIIB ke VIIIB) dan IB ke IIB.



Referensi
https://www.ilmukimia.org/2017/02/sistem-periodik-unsur.html





KESEMPATAN KARIR JADI PENGAJAR/TUTOR "Sahabat Belajar"

Isikan Bodata Diri Dengan Lengkap dan Jelas, Selanjutnya kami akan memberi kesempatan KARIR untuk mengajar kepada anda setiap kesempatan yang ada via data nomer telephone, pin , email kepada anda selalu.

Sementar butuh Area Kota jawa Timur Khususnya Surabaya ,Malang,Sidoarjo.
Klik Gambar dibawah ini

Aturan Kelarutan

Aturan Kelarutan



Pengertian Aturan Kelarutan

Aturan kelarutan merupakan kumpulan generalisasi kelarutan yang didasarakan pada eksperimen. Ketika larutan garam dicampurkan satu sama lain, ion-ion kemungkinan dapat larut, yaitu dimana tidak ada reaksi antar ion. Kelarutan adalah hasil dari interaksi antara molekul air yang bersifat polar dengan ion dengan membentuk kristal. 

Gaya yang mempengaruhi adalah:

1. Gaya tarik menarik antara molekul HO dengan ion padatan.Gaya ini cenderung membawa ion ke dalam larutan. Jika gaya relatif besar, maka senyawa akan lebih larut dalam air.
2. Gaya tarik menarik antara ion yang berlawanan muatan.
Gaya ini menyebabkan ion tetap dalam keadaan padat. Ketika gaya ini besar, maka kelarutan akan sangat kecil.

Aturan Kelarutan Ion

Beberapa kelarutan ion yang berhasil diidenti�kasi adalah:

1. Semua nitrat (NO ) larut
2. Semua klorida (Cl ) larut kecuali AgCl, Hg Cl , dan PbCl .
3. Sebagian besar sulfat (SO ) larut kecuali BaSO , PbSO , dan SrSO .
4. Semua karbonat (CO ) larut kecuali NH dan karbonat dari golongan alkali.
5. Semua hidroksida (OH ) larut kecuali hidroksida dari golongan alkali, Ba(OH) , and Sr(OH) . Ca(OH) hanya larut sebagian.
6. Semua sulfida (S ) tidak larut kecuali sulfida alkali dan alkali tanah dan NH .
7. Semua fosfat (PO ) dan oksida (O ) tidak larut kecuali golongan alkali


Kelarutan Air

Air adalah pelarut polar yang dapat melarutkan solut polar dan nonpolar. Kelarutan padatan dalam air biasanya dinyatakan dalam gram atau mol padatan yang dapat larut dalam 100 gram air pada suhu tertentu, contohnya:

NaCl = 0,615 mol/100 g air
NaBr = 0,919 mol/100 g air
NaNO = 1,08 mol/100 g air
MgSO = 1,83 x 10 mol/100 g air
CaSO = 4,66 x 10 mol/100 g air




Referensi
https://www.ilmukimia.org/2013/02/aturan-kelarutan.html






KESEMPATAN KARIR JADI PENGAJAR/TUTOR "Sahabat Belajar"

Isikan Bodata Diri Dengan Lengkap dan Jelas, Selanjutnya kami akan memberi kesempatan KARIR untuk mengajar kepada anda setiap kesempatan yang ada via data nomer telephone, pin , email kepada anda selalu.

Sementar butuh Area Kota jawa Timur Khususnya Surabaya ,Malang,Sidoarjo.
Klik Gambar dibawah ini


Next Prev home

Manfaatkan web ini, mohon sahabat "Like"