Sahabat Belajar Free Download

"Sahabat Belajar bisa mendownload/mengunduh materi belajar, e-book, artikel, CD interaktif, dll yang sudah kami pelajari".

Sahabat Belajar Learning Courses

Visi Sahabat Belajar adalah " Ihlas untuk cinta anak bangsa, giat belajar dan berkarya".

Kami Selalu Berbagi dan Bersama

Kelebihan dariku adalah bagian dari kehebatan sahabatku yang memiliki kecintaan, kebersamaan, kesetiaan dan kesabaran.

Sahabat Belajar Lovers

Cinta "ilmu" cinta bangsa, Kaya "pengetahuan" kaya bangsa, Kuat "persahabatan" kuat bangsa, Lovers be The best Us.

Showing posts with label Kimia Analitik. Show all posts
Showing posts with label Kimia Analitik. Show all posts

Saturday, 25 March 2017

Aturan Kelarutan

Aturan Kelarutan



Pengertian Aturan Kelarutan

Aturan kelarutan merupakan kumpulan generalisasi kelarutan yang didasarakan pada eksperimen. Ketika larutan garam dicampurkan satu sama lain, ion-ion kemungkinan dapat larut, yaitu dimana tidak ada reaksi antar ion. Kelarutan adalah hasil dari interaksi antara molekul air yang bersifat polar dengan ion dengan membentuk kristal. 

Gaya yang mempengaruhi adalah:

1. Gaya tarik menarik antara molekul HO dengan ion padatan.Gaya ini cenderung membawa ion ke dalam larutan. Jika gaya relatif besar, maka senyawa akan lebih larut dalam air.
2. Gaya tarik menarik antara ion yang berlawanan muatan.
Gaya ini menyebabkan ion tetap dalam keadaan padat. Ketika gaya ini besar, maka kelarutan akan sangat kecil.

Aturan Kelarutan Ion

Beberapa kelarutan ion yang berhasil diidenti�kasi adalah:

1. Semua nitrat (NO ) larut
2. Semua klorida (Cl ) larut kecuali AgCl, Hg Cl , dan PbCl .
3. Sebagian besar sulfat (SO ) larut kecuali BaSO , PbSO , dan SrSO .
4. Semua karbonat (CO ) larut kecuali NH dan karbonat dari golongan alkali.
5. Semua hidroksida (OH ) larut kecuali hidroksida dari golongan alkali, Ba(OH) , and Sr(OH) . Ca(OH) hanya larut sebagian.
6. Semua sulfida (S ) tidak larut kecuali sulfida alkali dan alkali tanah dan NH .
7. Semua fosfat (PO ) dan oksida (O ) tidak larut kecuali golongan alkali


Kelarutan Air

Air adalah pelarut polar yang dapat melarutkan solut polar dan nonpolar. Kelarutan padatan dalam air biasanya dinyatakan dalam gram atau mol padatan yang dapat larut dalam 100 gram air pada suhu tertentu, contohnya:

NaCl = 0,615 mol/100 g air
NaBr = 0,919 mol/100 g air
NaNO = 1,08 mol/100 g air
MgSO = 1,83 x 10 mol/100 g air
CaSO = 4,66 x 10 mol/100 g air




Referensi
https://www.ilmukimia.org/2013/02/aturan-kelarutan.html






KESEMPATAN KARIR JADI PENGAJAR/TUTOR "Sahabat Belajar"

Isikan Bodata Diri Dengan Lengkap dan Jelas, Selanjutnya kami akan memberi kesempatan KARIR untuk mengajar kepada anda setiap kesempatan yang ada via data nomer telephone, pin , email kepada anda selalu.

Sementar butuh Area Kota jawa Timur Khususnya Surabaya ,Malang,Sidoarjo.
Klik Gambar dibawah ini


Kimia Analis

Kimia Analis



Pengertian Kimia Analis

Kimia analisis adalah cabang ilmu kimia yang mempelajari pemisahan, identifikasi senyawa kimia baik secara kualitatif maupun kuantitatif menggunakan metode eksperimen. 

Analisis kualitatif mempunyai pengertian adanya indikasi dari suatu identitas zat kimia pada sampel. Sedangkan analisis kuantitatif mempunyai pengertian jumlah dari senyawa yang
diidentifikasi.

Metode analisis dapat dibedakan menjadi klasik dan instrumental. 

Metode klasik menggunakan cara pemisahan lama, seperti pengendapan, ekstraksi, destilasi, gravimetri, volumetri dan analisis kualitatif berdasarkan warna, bentuk, bau maupun titik leleh. Pada metode klasik, analisis kuantitatif dapat dilakukan dengan pengukuran massa atau volume.

Metode instrumental menggunakan seperangkat alat untuk mengetahui kuantitas fisik, seperti serapan cahaya,fluoresensi, atau konduktivitas.

Adanya tembaga dapat diketahui dari warna nyala hijau kebiruan


Kimia analisis juga mempunyai fokus pada pengembangan desain eksperimental, kemometrik, dan pembuatan alat-alat ukur yang berguna untuk mengidentifikasi zat-zat kimia. Kimia analisis mempunyai banyak penerapan, di antaranya pada bidang forensik, bioanalisis, analisis klinis, lingkungan dan material.


Materi Kimia Analisis

Beberapa materi kimia analisis yang berhasil dibahas di situs ini adalah:

Asam Basa
Hidrolisis Garam
Larutan Penyangga
Analisis Kualitatif
Analisis Kuantitatif
Kelarutan
Pemisahan




Referensi
https://www.ilmukimia.org/2013/04/kimia-analisis.html





KESEMPATAN KARIR JADI PENGAJAR/TUTOR "Sahabat Belajar"

Isikan Bodata Diri Dengan Lengkap dan Jelas, Selanjutnya kami akan memberi kesempatan KARIR untuk mengajar kepada anda setiap kesempatan yang ada via data nomer telephone, pin , email kepada anda selalu.

Sementar butuh Area Kota jawa Timur Khususnya Surabaya ,Malang,Sidoarjo.
Klik Gambar dibawah ini


Metode Pemisahan dan Analisis Kimia

Metode Pemisahan dan Analisis Kimia




Pendahuluan tentang metode pemisahan dan analisis kimia. Teknik pemisahan adalah suatu metode yang digunakan untuk memisahkan atau memurnikan senyawa kimia tunggal, kelompok senyawa dengan susunan yang berkaitan, atau suatu zat yang terdapat dalam bahan alam, hasil proses reaksi kimia baik dalam skala laboratorium maupun skala industri.

Teknik pemisahan merupakan salah satu bidang kimia analitik yang berkembang dengan cepat, terutama setelah penemuan kromatografi gas.

Pelaksanaan pemisahan kimia terkadang menghadapi banyak kesulitan dan memerlukan biaya yang mahal, yang tingkatannya tergantung pada keadaan bahan, susunan bahan dan tingkat persyaratan yang diinginkan.


Berdasarkan prosesnya, pemisahan dapat dibagi menjadi dua golongan, yaitu :

Pemisahan dengan proses sederhana

Pemisahan dengan proses sederhana hanya menggunakan cara tunggal. Misalnya dua cairan yang tidak bercampur dipisahkan dengan pipet atau corong pisah, dua campuran yang bercampur homogen dipisahkan melalui destilasi, pemisahan dengan cara sentrifugasi, filtrasi dan sebagainya. 

Proses sederhana biasanya terbatas untuk memisahkan campuran atau larutan yang relatif sederhana. Proses ini pelaksanaannya serta dasar metodenya terkadang tidak bisa disebut sederhana.


Pemisahan dengan proses yang kompleks

Proses yang kompleks ini biasanya memerlukan pembentukan fase kedua, yaitu dengan menambah cairan, padatan atau gas. Proses ini juga memerlukan pengaturan dengan proses mekanis ataupun reaksi kimia untuk menghasilkan pemisahan yang efektif.

Beberapa faktor yang perlu diperhatikan pada proses pemisahan yaitu:

1. Tempat senyawa atau komponen yang akan dipisahkan.
2. Kadar senyawa yang akan dipisahkan.
3. Sifat-sifat fisika dan kimia senyawa yang akan dipisahkan.
4. Standar kemurnian yang dikehendaki.
5. Cemaran atau campuran yang akan menjadi sumber
     gangguan pada proses pemisahan.
6. Keadaan dan harga senyawa yang akan dipisahkan.




Referensi 
https://www.ilmukimia.org/2013/04/metode-pemisahan-dan-analisis-kimia.html






KESEMPATAN KARIR JADI PENGAJAR/TUTOR "Sahabat Belajar"

Isikan Bodata Diri Dengan Lengkap dan Jelas, Selanjutnya kami akan memberi kesempatan KARIR untuk mengajar kepada anda setiap kesempatan yang ada via data nomer telephone, pin , email kepada anda selalu.

Sementar butuh Area Kota jawa Timur Khususnya Surabaya ,Malang,Sidoarjo.
Klik Gambar dibawah ini


Penentuan Kadar Klorida Secara Argentometri

Penentuan Kadar Klorida Secara Argentometri



Argentometri. Titrasi pengendapan adalah titrasi yang berdasarkan prinsip kelarutan. Cara yang paling sering digunakan adalah titrasi argentometri. 

Ada tiga macam cara dalam titrasi argentometri, yaitu cara Mohr, Volhard, dan Fajans.

Cara Mohr

Prinsip dasar cara Mohr adalah pembentukan endapan berwarna antara kelebihan ion perak dengan indikator kalium kromat (K CrO ). 

Timbulnya endapan perak kromat berwarna merah disamping endapan perak klorida menunjukkan titik akhir titrasi. Indikator K CrO tidak dapat digunakan dalam suasana asam. Cara ini tidak dapat digunakan untuk menetukan kadar iodida dan harus berlangsung pada pH 7-10.


Cara Volhard

Cara Volhard didasarkan pada pembentukan endapan perak tiosianat setelah ion klorida habis bereaksi dengan ion perak,
dalam suasana asam nitrat. Untuk mengetahui adanya ion tiosianat berlebh digunakan indikator besi (III). 

Cara Volhard dapat digunakan untuk titrasi langsung dan tidak langsung. Penentuan kadar perak dapat menggunakan titrasi langsung.

Cara titrasi tidak langsung dapat digunakan untuk menentukan kadar klorida. Pada cara tidak langsung, cuplikan klorida direaksikan dengan perak nitrat berlebih. Kelebihan perak nitrat dititrasi dengan tiosianat standar yang diketahui konsentrasinya. Tiitik akhir titrasi dapat diketahui dengan terbentuknya warna merah dari kompleks besi (III) tiosianat.


Cara Fajans

Prinsip kerja Fajans berdasarkan pada absorbsi indikator pada permukaan endapan AgCl yang menyebabkan perubahan warna endapan. Titik akhir titrasi dapat diamati pada saat terjadi perubahan pada warna permukaan endapan, dari putih menjadi merah muda (pink). 

Oleh karena indikator absorbsi merupakan asam/basa lemah maka pengaturan pH selama titrasi sangat penting. 





Referensi

https://www.ilmukimia.org/2013/04/penentuan-kadar-klorida-secara-argentometri.html





KESEMPATAN KARIR JADI PENGAJAR/TUTOR "Sahabat Belajar"

Isikan Bodata Diri Dengan Lengkap dan Jelas, Selanjutnya kami akan memberi kesempatan KARIR untuk mengajar kepada anda setiap kesempatan yang ada via data nomer telephone, pin , email kepada anda selalu.

Sementar butuh Area Kota jawa Timur Khususnya Surabaya ,Malang,Sidoarjo.
Klik Gambar dibawah ini



Kelarutan

Kelarutan



Kelarutan adalah kuantitas maksimal suatu zat kimia terlarut (solut) untuk dapat larut pada pelarut tertentu membentuk larutan homogen. Kelarutan suatu zat dasarnya sangat bergantung pada sifat fisika dan kimia solut dan pelarut pada suhu, tekanan dan pH larutan. Secara luas kelarutan suatu zat pada pelarut tertentu merupakan suatu pengukuran konsentrasi kejenuhan dengan cara menambahkan sedikit demi sedikit solut pada pelarut sampai solut tersebut mengendap (tidak dapat larut lagi).


Rentangnya sangat bervariasi. Ada banyak sekali zat kimia yang mempunyai kelarutan tak terbatas, dan hasilnya bercampur sempurna (miscible), misalnya adalah etanol dalam air.

Ada pula zat kimia yang sama sekali tidak larut, sebagai contoh adalah perak klorida dalam air. Namun kebanyakan suatu zat dapat terlarut dalam pelarut sampai tepat jenuh, setelah itu mengendap seperti NaCl dalam air.





Maka dari itu, ilmuwan telah banyak meneliti kelarutan suatu solut pada pelarut, yang dikenal dengan aturan kelarutan. Pada keadaan tertentu, kesetimbangan kelarutan dapat menjadi berlebih sehingga disebut dengan larutan superjenuh atau metastabil.

Pengertian istilah ini sebaiknya tidak dikacaukan dengan kemampuan melarutkan atau mencairkan suatu zat, karena larutan juga dapat dibuat dengan mereaksikan suatu zat. 

Sebagai contoh adalah zink yang tak dapat larut dalam asam klorida. Tetapi karena adanya reaksi antara gas hidrogen dengan zink klorida menyebabkannya seperti larut. Kelarutan tidak bergantung pada ukuran partikel atau faktor kinetik lainnya, maupun waktu pelarutan.




Faktor-­faktor yang Mempengaruhi Kelarutan

Faktor yang paling berpengaruh terhdap fenomena ini adalah suhu dan tekanan.

Suhu
Kelarutan suatu solut pada pelarut tertentu sangat bergantung pada suhu. Pada sebagian besar padatan yang dapat larut dalam air, kelarutan akan semakin meningkat jika suhu dinaikkan melebihi 100º C. Solut ionik yang terlarut pada air bersuhu tinggi (mendekati suhu kritis) cenderung berkurang karena Perubahan sifat dan struktur molekul air. Selain itu, tetapan dielektrik menyebabkan pelarut kurang polar.

Kelarutan senyawa organik selalu meningkat dengan naiknya suhu. Inilah yang mendasari teknik pemurnian dengan rekristalisasi yang memanfaatkan perbedaan kelarutan solut pada suhu rendah dan tinggi.

Tekanan
Pada fase terembun, tekanan sangat berpengaruh terhadapnya; namun biasanya lemah dan diabaikan pada praktiknya. Diasumsikan sebagai larutan ideal, ketergantungan kelarutan pada tekanan diberikan diungkapkan dengan rumus:

dimana indeks i merupakan komponen, Ni adalah fraksi mol komponen ke i, P adalah tekanan, indeks T menyatakan suhu kosntan, Vi,cr adalah volume molar parsial komponen ke i, dan R merupakan tetapan gas universal.



Referensi
https://www.ilmukimia.org/2013/04/kelarutan.html





KESEMPATAN KARIR JADI PENGAJAR/TUTOR "Sahabat Belajar"

Isikan Bodata Diri Dengan Lengkap dan Jelas, Selanjutnya kami akan memberi kesempatan KARIR untuk mengajar kepada anda setiap kesempatan yang ada via data nomer telephone, pin , email kepada anda selalu.

Sementar butuh Area Kota jawa Timur Khususnya Surabaya ,Malang,Sidoarjo.
Klik Gambar dibawah ini

Destilasi

Destilasi




Pengertian Destilasi

Destilasi adalah suatu metode pemisahan campuran yang didasarkan pada perbedaan tingkat volatilitas (kemudahan suatu zat untuk menguap) pada suhu dan tekanan tertentu. Destilasi merupakan proses Fisika dan tidak terjadi adanya reaksi kimia selama proses berlangsung.

Dasar Pemisahan dengan Destilasi

Dasar utama pemisahan dengan cara destilasi adalah perbedaan titik didih cairan pada tekanan tertentu. Proses destilasi biasanya melibatkan suatu penguapan campuran dan diikuti dengan proses pendinginan dan pengembunan. Sebagai contoh: 

ada sebuah campuran yang di dalamnya terdapat dua zat, yaitu zat A dan zat B. Zat A mempunyai titik didih sekitar 120º C, sedangkan zat B mempunyai titik didih sebesar 80º C. Zat A dapat dipisahkan dengan zat B dengan cara mendestilasi campuran tersebut pada suhu sekitar 80º C. Pada suhu tersebut, zat B akan menguap sedangkan zat A tetap tinggal.


Proses Destilasi

Rangkaian destilasi sederhana


Suatu campuran yang berupa cairan (15) dimasukkan ke dalam labu (2) yang dipanaskan melalui penangas (14) dengan heater (13). Suhu pemanasan dapat diatur dengan mengamati termometer (4). Pada saat dipanaskan, sedikit demi sedikit campuran akan menguap. Uap kemudian naik melalui pipa (3) den mengalir menuju pendingin / kondenser (5). Pendinginan


Penerapan Destilasi

Aplikasi destilasi dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu skala laboratorium dan skala industri. Perbedaan untama destilasi skala laboratorium dan industri adalah sistem ketersinambungan. 

Pada skala laboratorium, destilasi dilakukan sekali jalan. Dalam artian pada destilasi skala laboratorium, komposisi campuran dipisahkan menjadi komponen fraksi yang diurutkan berdasarkan volatilitas, dimana zat yang paling volatil akan dipisahkan terlebih dahulu. 
Dengan demikian, zat yang paling tidak volatil akan tersisa pada bagian bawah. Proses ini dapat diulangi ketika campuran ditambahkan dan memulai proses destilasi dari awal.

Pada destilasi skala industri, senyawa asli (campuran), uap, dan destilat tetap dalam komposisi konstan. Fraksi yang diinginkan akan dipisahkan dari sistem secara hati-hati, dan ketika bahan awal habis maka akan ditambahkan lagi tanpa menghentikan proses destilasi.


Penggunaan Destilasi

Destilasi mempunyai peranan yang sangat banyak dalam kehidupan manusia. Destilasi adalah kunci utama dalam pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi. Minyak bumi dipisahkan menjadi fraksi-fraksi tertentu didasarkan pada perbedaan titik didih. Alkohol yang terbentuk dari proses fermentasi juga dimurnikan dengan cara destilasi.

Minyak-minyak atsiri alami yang mudah menguap dapat dipisahkan melalui destilasi. Banyak sekali minyak atsiri alami yang dapat diperoleh dengan cara destilasi, yakni minyak serai, minyak jahe, minyak cengkeh, dsb. Minyak kayu putih juga didapatkan dengan cara destilasi.

Selain itu, destilasi juga dapat memisahkan garam dari air laut.



Referensi

https://www.ilmukimia.org/2013/05/destilasi.html





KESEMPATAN KARIR JADI PENGAJAR/TUTOR "Sahabat Belajar"

Isikan Bodata Diri Dengan Lengkap dan Jelas, Selanjutnya kami akan memberi kesempatan KARIR untuk mengajar kepada anda setiap kesempatan yang ada via data nomer telephone, pin , email kepada anda selalu.

Sementar butuh Area Kota jawa Timur Khususnya Surabaya ,Malang,Sidoarjo.
Klik Gambar dibawah ini


Titrasi Kompleksometri

Titrasi Kompleksometri




Salah satu tipe reaksi kimia sebagai dasar penetapan titrimetri adalah pembentukan kompleks atau ion kompleks yang larut namun sedikit sekali terdisosiasi. Jadi titrasi kompleksometri adalah jenis titrasi dengan titran dan titrat saling mengompleks, membentuk hasil berupa senyawa kompleks.

Salah satu contoh adalah reaksi ion perak dengan ion sianida membentuk ion kompleks Ag(CN) yang sangat stabil.
Hanya beberapa ion logam seperti tembaga, kobalt, nikel, seng, kadmium, dan merkurium (II) yang membentuk kompleks stabil dengan ligan nitrogen seperti amonia dan trietilendiamin. Ion logam lain misalnya aluminium, timbal dan bismut, dikomplekskan secara lebih baik oleh ligan yang mengandung atom oksigen sebagai penyumbang pasangan elektron.

Zat pengkhelat tertentu yang mengandung baik oksigen maupun nitrogen teristimewa efektif dalam membentuk kompleks yang stabil dengan logam, yang sangat beraneka ragam antara lain etilendiamintetraesetat / ethylendiaminetetraacetic (EDTA).

Rumus struktur EDTA seperti ditunjukkan pada gambar di bawah ini:





Kompleksometri dalam perkembangan analisis kimia mengalami kemunduran karena kelemahannya serta adanya cara-cara baru yang lebih baik. Tetapi dengan penelitian-penelitian tentang pengkhelat polidentat, maka terjadi kebangkitan baru dalam analisis unsur logam. Perhatian baru terhadap kompleksometri ini terutama diawali oleh Schwarzenbach di Swiss, yang menyadari potensi pengkhelat dalam analisis volumetrik, dan mulai mengembangkannya pada tahun 1945. 

Perhatian utama tertuju pada asam-asam aminopolikarboksilat, salah satu diantaranya adalah EDTA. Bahan-bahan pembentuk khelat lain juga dikembangkan.



Referensi

https://www.ilmukimia.org/2013/05/titrasi-ompleksometri.html





KESEMPATAN KARIR JADI PENGAJAR/TUTOR "Sahabat Belajar"

Isikan Bodata Diri Dengan Lengkap dan Jelas, Selanjutnya kami akan memberi kesempatan KARIR untuk mengajar kepada anda setiap kesempatan yang ada via data nomer telephone, pin , email kepada anda selalu.

Sementar butuh Area Kota jawa Timur Khususnya Surabaya ,Malang,Sidoarjo.
Klik Gambar dibawah ini



Kromatografi Kertas

Kromatografi Kertas


Pengertian Kromatografi Kertas

Kromatografi kertas adalah metode analitik yang digunakan untuk memisahkan zat atau bahan kimia yang berwarna, terutama pigmen. Hal ini juga dapat digunakan untuk menganalisis warna primer atau sekunder pada percobaan tinta.

Kromatografi kertas sebenarnya telah tergantikan oleh kromatografi lapis tipis. Kromatografi berguna untuk memisahkan senyawa campuran kompleks yang mempunyai polaritas sama seperti asam amino. Jika yang digunakan adalah kertas saring, maka sebaiknya dipilih yang paling berkualitas.

Nilai Rƒ
Faktor retensi (Rƒ ) adalah rasio jarak yang ditempuh oleh zat dengan jarak yang ditempuh oleh pelarut. Nilai Rƒ biasanya dinyatakan sebagai angka desimal (dua angka di belakang koma). 
Sebagai contoh:
jika senyawa menempuh jarak 5,5 cm sedangkan pelarut menempuh jarak 8,0 cm maka nilai Rƒ adalah 5,5/8,0 = 0,69 (dengan pembulatan). Nilai Rƒ tergantung oleh suhu dan polaritas pelarut yang digunakan pada eksperimen.

Pigmen dan Polaritas

Kromatografi kertas merupakan salah satu metode untuk menguji kemurnian senyawa dan mengidentifikasi zat. Kelebihan kromatografi kertas adalah prosesnya relatif cepat dan membutuhkan sedikit material untuk diuji.




Kertas kromatografi sebelum dan sesudah dilakukan


Ketika zat kimia berwarna ditempatkan pada kertas saring, warna-warnanya akan memisahkan diri dari sampel karena terbawa oleh fasa gerak. Jika sampel mengandung lebih dari satu warna, hal tersebut menandakan bahwa sampel mengandung lebih dari satu senyawa.

Karena perbedaan struktur kimia, kemungkinan besar molekul mempunyai sedikit perbedaan polaritas, yang akhirnya juga akan mempengaruhi kelarutan pada pelarut. Kelarutan yang tidak sama menyebabkan banyak molekul warna akan terbawa oleh pelarut. Semakin mudah larut, molekul akan bermigrasi lebih tinggi pada kertas sehingga nilai Rƒ menjadi besar.

Jika Rƒ bernilai nol, zat terlarut tertinggal di fasa diam dan sama sekali tidak terbawa oleh fasa gerak. Jika Rƒ bernilai satu, maka zat terlarut tidak mempunyai daya tarik terhadap fasa diam dan terbawa secara sempurna oleh fasa gerak.
Demikianlah penjelasan tentang kromatografi kertas.


Referensi
https://www.ilmukimia.org/2015/08/kromatografi-kertas.html





KESEMPATAN KARIR JADI PENGAJAR/TUTOR "Sahabat Belajar"

Isikan Bodata Diri Dengan Lengkap dan Jelas, Selanjutnya kami akan memberi kesempatan KARIR untuk mengajar kepada anda setiap kesempatan yang ada via data nomer telephone, pin , email kepada anda selalu.

Sementar butuh Area Kota jawa Timur Khususnya Surabaya ,Malang,Sidoarjo.
Klik Gambar dibawah ini



Prev home

Manfaatkan web ini, mohon sahabat "Like"